KOTABUMI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Lampung Utara melaksanakan audiensi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabumi, Senin (27/7/2026).
Rombongan dipimpin langsung Ketua DPC PWRI Lampung Utara Edi Santoni, disambut hangat Kepala Lapas Kelas IIA Kotabumi Tomi Elyus, A.Md.IP., S.H., M.Si., beserta jajaran pejabat struktural.
Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, berfokus pada pentingnya keterbukaan informasi publik, pengawasan internal, serta langkah pembenahan berkelanjutan guna mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas.
Dalam pertemuan tersebut, Tomi Elyus menegaskan pihaknya rutin mengevaluasi kinerja jajaran, memperketat disiplin aparatur, dan melakukan penggeledahan berkala sebagai upaya mencegah segala bentuk pelanggaran. Langkah ini merupakan wujud komitmen menjaga sterilitas lingkungan lapas sesuai aturan yang berlaku.
“Kami tidak memandang kritik, masukan, maupun pengaduan masyarakat sebagai ancaman, melainkan bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan kinerja institusi. Kami berkomitmen membangun sistem kerja yang semakin baik. Setiap kritik yang disampaikan akan menjadi koreksi agar Lapas Kotabumi terus berbenah dan semakin profesional,” tegas Tomi.
Ia menambahkan seluruh upaya pembenahan diarahkan agar lingkungan lapas bebas dari peredaran narkotika, penggunaan telepon genggam ilegal, pungutan liar, serta perbuatan melawan hukum lainnya, yang dijalankan lewat pengawasan konsisten, evaluasi berkelanjutan, dan peningkatan integritas petugas.
Sementara itu, Edi Santoni menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pihak Lapas menerima masukan dari insan pers. Menurutnya, media adalah mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi berimbang sekaligus mengedukasi masyarakat.
“PWRI Lampung Utara siap mendukung setiap langkah positif Lapas Kotabumi lewat pemberitaan yang objektif, profesional, dan berbasis fakta. Sinergi ini penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap proses pembenahan yang sedang berjalan,” ujar Edi.
Audiensi ini diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi kedua belah pihak dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, serta terciptanya sistem pemasyarakatan yang semakin profesional, humanis, dan berintegritas demi kepentingan masyarakat luas.