Lampura - Literasi numerasi kini menjadi kompetensi kunci pendidikan modern. Peserta didik tak hanya perlu mahir berhitung, tapi mampu bernalar dan memecahkan masalah nyata. Sayangnya, matematika sering dianggap sulit dan abstrak. Mengubah ini butuh guru kreatif merancang pembelajaran bermakna.
Tim dosen Universitas Muhammadiyah Kotabumi melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA IT Insan Rabbani, menggabungkan penguatan konsep literasi numerasi dengan teknologi Virtual Reality (VR). Tim terdiri dari Dr. Purna Bayu Nugroho, M.Pd., Sebagai Ketua Khusnul Khotimah, S.Kom., M.T.I., Venty Meilasari, M.Pd., serta tiga mahasiswa.
Fondasi Sebelum Teknologi
Program dirancang bertahap: membangun pemahaman mendasar dulu, baru teknologi. Guru dibekali konsep literasi numerasi, lalu menyusun bahan ajar dan instrumen penilaian yang kontekstual. Kegiatan berlangsung sejak Juni–Juli 2026:
- 11 Juni 2026 — Pelatihan pemahaman literasi numerasi
- 4 & 6 Juli 2026 — Pelatihan dan pendampingan penyusunan bahan ajar
- 25 & 27 Juli 2026 — Pelatihan dan pendampingan penyusunan instrumen soal
Selanjutnya : Pembelajaran Berbasis VR
Tahap berikutnya, guru akan dilatih menyusun bahan ajar VR menggunakan aplikasi MilleaLab. VR diharapkan membantu memvisualisasikan konsep abstrak menjadi lebih konkret dan interaktif. Target: minimal 70% guru mampu membuat konten VR mandiri, serta tercapai peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa.
Berbasis Riset & Berkelanjutan
Program ini bersumber dari hasil riset tim yang telah menghasilkan karya ber-HKI. Kegiatan tidak berhenti di pelatihan — guru didorong mandiri mengembangkan bahan ajar, membangun komunitas praktisi, dan sekolah mengintegrasikan VR secara berkelanjutan.
Program ini didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Naskah Di kutif dari : Penulis Dosen Universitas Muhammadiyah Kotabumi dan Ketua Tim PkM Penguatan Numerasi)
(*/Andrian Folta)
