OKU TIMUR - Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi, S.Sos, MSi Melakuka pendataan terhadap warga yang tidak mampu bersama Dinas Sosial setempat terlebih pandemi virus corona berdampak masyarakat yang tidak mampu harus mendapatkan bantuan untuk kelangsungan hidup.
"Dinas Sosial mendata warga yang tidak mampu. Pendataan lakukan dengan benar dan akurat,"kata Bupati OKU Timur saat memimpin rapat penanggulangan virus corona selasa (07/04/2020).
Pendataan perlu dilakukan untuk mengetahui jumlah masyarakat yang tidak mampu karena itu petugas harus benar-benar ke lapangan agar data yang didapat bisa di pertanggung jawabkan.
Untuk penanganan virus corona di Bumi Sebiduk Sehaluan dana yang semula disediakan Rp14,6 miliar namun anggaran itu ditambah sebesar Rp15 miliar sehingga total anggaran untuk penanganan virus corona menjadi Rp 30.532.231.300., penambahan ini setelah dilakukan rapat antara pemkab dan DPRD OKU Timur. Penambahan anggaran ini bukti Pemkab serius dalam menangani Covid-19.
Pemerintah juga merespon apa yang di inginkan masyarakat diantaranya dengan menyediakan tempat cuci tangan dan penyemprotan disinfektan sebagai langkah antisipasi penyebaran corona maupun Covid-19.
Sementara Kadinsos Juwairiah melalalui Kabid Penanganan Fakir Miskin, Slamet, menambahkan jumlah yang diusulkan untuk mendapatkan bantuan sebanyak 23.058 orang dan sudah ada daftar identitas yang berdampak dari Covid-19 ini bukan data angka warga miskin yang baru tapi warga yang perlu dibantu.
Dari jumlah ini memang belum pernah mendapat bantuan Bansos baik itu PKH maupun Sembako dan yang ini disulkan. "Dari data akan kita verifikasi untuk mengetahui berapa angka keluarga miskin baru, dilihat sudut pandang tempat tinggal, kekayaanya apakah masih ada harta benda yang bisa dijual contohnya emas itu menandakan warga tersebut bukan miskin masih bisa hidup jika memang tidak ada lagi harta benda yang dijual itu tandanya benar-benar miskin,"jelasnya. (Arifin)
kemuningpost
lu311
