TANGGAMUS - Pengelola e-Warung Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) dan ketua Program Keluarga Harapan (PKH) Pekon Pekon Kuto Dalom di Dusun Tegal Sari, Kecamtan Gisting, Kabupaten Tanggamus mengakui telah menarik uang dari warga terkait BNPT berdasarkan kesepakatan warga.
Terkait BNPT yang diberikan tiap bulan melalui kartu keluarga sejahtera (KKS), warga Dusun Tegal Sari merasa keberatan ketika pengambilan sembako harus membayar uang sebesar Rp10 ribu.
“Sebelum datang sembako kami sudah dimintai uang Rp10 ribu katanya buat bayar ongkos sama beli plastik kita dikasih sembako isinya 10 kg beras salak 10 biji labuh siam 2 biji telurnya 10 butir tambah kacang hijau setengah kilo pada hal waktu kumpulan itu katanya bantuannya senilai uang 200 ribu,” tutur Ln salah satu warga pekon tersebut.
Sementara Ketua PKH Pekon Kuto Dalom, Eni menjelaskan bahwa uang yang ditarik dari warga tersebut untuk biaya transportasi "Memang betul saya meminta uang Rp10 ribu itu, Rp5 ribu buat bayar ojek, dan yang Rp5 ribu saya serahkan kepada pengelola e-Warung,” katanya.
Sementara, pengelola E warung DA (35) ketika dijumpai di kediamannya spontan menjawab bahwa benar dirinya menarik uang dari warga sebesar Rp5 ribu, “Benar itu, tapi itu sudah kesepakatan bersama,” jelasnya dengan nada marah saat disambangi di rumahnya di Pekon Banjar Manis, Kecamatan Gisting Tanggamus, Minggu (14/06/20).
Merasa tidak senang dengan pertanyaan media dan tidak ingin di tanya lebih lanjut spontan PN (39) suami dari DA dengan berkata kasar yang tak pantas di ucapkan pada birokrasi dan wartawan.
“Saya tidak mau birokrasi semakin gila, tapi saya bisa lebih gila lagi dari wartawan dan birokrasi, saya gak mau diam gitu aja, siapa namanya warga yang protes biar saya laporkan sama bu ning bebernya PN pada media
Belum sempat media menanyakan siapa Ning lalu PN kembali meluapkan emosinya. “Anda sudah bermain-main dengan kami mau merusak reputasi, gak usah diberitakan kalau mau gila-gilaan, anda penerima bukan, kenapa harus anda yang mengorek ngorek saya!. Birokreasi yang sudah gila-gilaan,” timpalnya.
“Anda ini wartawan hanya ingin mencari cari permasalahan karna anda ingin naik,” tambahnya sambil menggebrak pintu dan mengusir wartawan.
Berita ini dilengkapi dengan rekaman audio (Siska)
