OKU SELATAN - Beberapa orang perwakilan tokoh masyarakat Desa Sinar Napalan Kec Buay Pemaca Kab OKU Selatan menghadap ke Kabupaten.
Mereka ini menindak lanjuti atas laporan ke Kecamatan per tangal 20 mei 2020 kemaren di kecamatan buay pemaca.
Kemudian di lanjutkan pada tanggal 03 juni 2020 akhirnya puluhan tokoh masyarakat termasuk tokoh kaum perempuan dilibatkan juga dan langsung menghadap Kepala badan pemerintahan Desa Kabupaten OKU Selatan.
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala Badan Bpk Juproni dengan secara tertutup diruangan Kaban perwakilan masyarakat menyampaikan keluhanya.
Menuntut segera ditindak lanjuti apa yang telah tertuang di laporan yang telah disampaikanya melalui Camat Tarmizi SE MM beberapa hari yg lalu.
Dipelataran depan kantor BPMPD Kab Okus Kepala Kantor Bpk Juproni di dampingi langsung oleh Bpk Camat Buay Pemaca TARMIZI , Kaban memintak waktu pada masyarakat Desa Sinar Napalan hari Jumat tanggal 05 Juni akan segera turun ke lapangan bersama pihak Inspektorat Kabupaten dan akan melihat langsung ke lapangan untuk mencocokan apa yg menjadi dasar pelaporan masyarakat.
Selanjutnya Bapak Paskor, Zainal, Seh Nurhasan, dihadapan Pak Kaban dan Camat tampak tak sabar menunggu keputusan yang telah disepakat di pertemuan tersebut.
Bapak Seh Nurhasan selaku Kepala Dusun lima Desa Sinar Napalan membeberkan sipak terjang perilaku oknum Kadesnya.
Secara detil dia menyampaikan dihadapan beberapa awak media cetak maupun online bahawa roda pemerintahan di desanya di duga banyak sekali penyimpangan, mulai dari dana BUMDES hingga pembangunan tidak ada kejujuran dan ke adilan ditambah baru-baru ini ada dana Bantuan langsung Tuani (BLT)
Lebih ber api-api lagi dia dan beserta rekan rekannya sudah menyiapkan berkas lengkap untuk menghadap pihak penegak hukum, terkait oknum kades yang di duga memakai ijazah palsu.
Dugaan kuat Ijazah yang dipakai kades sebenarnya bukanla atas nama yang bersangkutan, namun pemilik yang sesungguhnya adalah bernama Karni lebih lanjut dia menyampaikan termasuk yang menemani meminjamkan ijazah untuk dipalsukan itu siap untuk dihadirkan, apa bila dibutuhkan termasuk salah satu teman sekolah Karni dulu dan dirinya siap memberikan kesaksian "pokoknya kami betul betul siap pungkasnya karni" (kardimin)
