Rabu, 10 Juni 2020

Disbunnak Lambar "Panen Raya Ditengah Pandemi"

LAMPUNG BARAT - Dinas Perkebunan dan Peternakan (disbunnak) Lampung Barat bersama 21 petani milenial melakukan bincang kopi dengan tema "Panen Raya Ditengah Pandemi"

Dengan harapan bisa memberikan masukan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan volume perdagangan kopi baik lokal maupun internasional dimasa panen raya kopi saat pandemi tahun ini, disbunnak lampung barat bertempat di Kampung Kopi Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam lambar (09/06/20).

Dalam kegiatan ini menghadirkan narasumber melalui zoom aplikasi, Ir. Ediyanto, M.Si., (Kadis Perkebunan Prov Lampung), Agustanto Basmar, SP, M.Si., (Kadis BUNNAK Kab Lampung Barat), Dr. Ayi Ahadiat, SE, MBA., (Dosen Ekonomi Unila),  Dr. Usep Saifudin, SE, M.S.Akt., (Pengamat Kopi Bank Indonesia)
Dengan moderator  Sumarlin, SP, MP., ( Kabid Perkebunan Disbunnak Lampung Barat).

Diskusi yang dimulai pukul 10.00 - 12.00 WIB, diskusi berjalan sangat interaktif dan konstruktif demi kesejahteraan petani kopi di lampung.

Ediyanto memulai dengan menyampaikan bahwa Pemprov Lampung sangat mengapresiasi diskusi semacam ini demi tercapai nya produksi 4 ton/ha yang telah di targetkan bapak Gubernur Lampung.

Pengamat kopi bank Indonesia Dr.Usep mengatakan bahwa Ketersediaan pasar terhadap kopi robusta sangat potensial baik itu pasar dalam negri maupun dalam negri, dan tugas kita bersama adalah menghasilkan produk yang berdaya saing dan unggul

Sedangkan Dr. Ayi ahadiat lebih melihat tentang peningkatan konsumsi kopi oleh masyrakat dunia dan khusus nya di Indonesia, lampung barat sebagai salah satu produsen kopi robusta di Indonesia idealnya dapat menjawab peluang ini dengan peningkatan produksi dan juga peningkatan kualitas mutu kopi.

Pada diskusi ini dr Ayi mendorong adanya diskusi untuk peningkatan marketing strategi dan industri tips melalui perdagangan digital untuk lebih dibesarkan kedepan.  Hal ini diharapkan dapat mendongkrak market pasar lokal dimasa panen kopi yang akan mencapai produktivitas rata rata lambar 1,2 ton per hektar lebih dimasa Covid 19 ini dan kedepannya.

Sementara itu Agustanto Basmar yang salah satu nara sumber pada kegiatan tersebut  yang juga Kadis Bunnak lambar  mengatakan bahwa, salah satu cara peningkatan produksi kopi adalah dengan optimalisasi penyuluhan yang inovatif, penyuluh diharapkan tidak hanya menyampaikan tentang teknik budi daya yang baik, jauh lebih dari itu, penyuluh harus bisa merubah prilaku petani agar produktif dan inovatif dengan pendekatan psiklogis.  

Agustanto Basmar kedepan juga berharap agar tenaga penyuluh perlu dibekali tidak hanya pengetahui terkait kopi, tapi juga pengetahuan tentang psikologi bahkan hipnoterapi agar memudahkan proses pendampingan petani menjadi lebih sejahtera.

Sumarlin selaku moderator pada kegiatan tersebut  menyampaikan dalam kegiatan ini beberapa masukan peserta baik melalui media zoom meeting maupun yang hadir  agar pemerintah propinsi maupun kabupaten dapat memfasilitasi promosi kopi bermutu di pasar eropa,  dan untuk meningkatkan pasar lokal UKM/IKM kopi diperkuat permodalan untuk membeli kopi petik merah petani lebih baik. Petani diharapkan mengenali kebunnya sehingga dapat meningkatkan produktivitas melalui pemeliharaan yang baik seperti pemangkasan, penyambungan, pemupukan dan penyiangan yang ramah lingkungan.

Di tambahkan Sumarlin berbagai saran dan masukan juga disampaikan oleh bebarapa petani kopi milenial dan penggiat UKM kopi di lampung barat, seperti ratu luwak, raja luwak dan mang encak.

Dan juga ada beberapa informasi masukan para pemateri  mengenai upaya peningkatan produktivitas kopi, anjuran peningkatan mutu kopi dengan budaya petik merah, diversifikasi komoditi sebagai sumber pendapatan lain petani kopi,  mendorong penguatan pasar kopi lokal seperti UKM/IKM kopi,  adanya kemudahan permodalan bagi petani kopi.

Selain itu memacu peningkatan konsumsi kopi masyarakat serta meningkatan kepasitas tenaga penyuluh,  petani,  dan pendamping petani kopi, tambah Sumarlin. rls.