Rabu, 25 Februari 2026

‎Kadishub Lampura Katakan Pemerintah Bukan Belis Dan Malaikat ‎

Semestinya kepala dinas harus  paham apa yang di ucapkan nya selanjutnya jika anggaran yang di kelola adalah uang negara maka sedikit pun tidak dapat di korupsi dan harus di pertanggungjawabkan.


‎Tentunya tidak elok dan tidaklah pantas sekelas seorang pejabat eselon 1 di pemerintah Kabupaten Lampung Utara dengan mengucapkan kalimat bahwa 'Pemerintah Lampung Utara bukan belis ataupun malaikat (24/02/26)


‎Saat dia menyampaikan tanggapan perihal pemberitaan dari media ini, kadis menjelaskan  "gak ada yang salah dengan berita itu dan kita juga sudah panggil" dirinya mengatakan jika pemerintah bukan belis ataupun malaikat tentunya di duga dalam  arti boleh korupsi tetapi  yang wajar-wajar saja. tegas kadis.


‎"Pemerintah ini adalah manusia biasa tapi yakinlah bahwa pemerintah ini bukan belis, kalau dia belis 10 kerjaan pasti dia salah semua, kalau dia 10 pekerjaan mungkin ada 3 kesalahan yang keliru, hilaf, alfa itu manusiawi sekali dan kalau sudah lebih dari sana mungkin dia sudah belis, katanya kadis anom sauni.

"Saya perjelaskan seperti lampu yang di serma peturun itu misalnya memang harga lampunya 750 Ribu satu (1), itu harus kita lakukan, karena untuk memelihara 5.298 titik lampu hanya dengan anggaran pemeliharaan 79 juta, ya mau gak mau kalau ada yang mati lampunya kita ganti dulu terkadang setiap hari tetapi yang penting lampunya hidup dulu. Kalau mau menunggu lampu standar entah kapan lampunya sampai, yang penting lampunya menyala dulu nanti kita menyarikan solusinya karena efisiensi ini tidak hanya di Dishub saja tapi kan semuanya, jelasnya anom".


Jadi mau gak mau 79 juta itulah dan cukup gak cukup hanya itulah anggaran pemelihara anya yang tidak ada kerugian negara nya, kalau berita itu tidak ada yang salah tapi penjelasannya seperti itu tidak ada yang kita tutup-tutupi, tambahnya.


‎Kadis juga mengatakan bahwa pihaknya bukan hanya mengurus PJU saja tapi kita juga harus ngurusin lintasan kereta api, lalu lintas, terminal itu semua harus saya awasi, apa lagi saat ramadhan begini.


Pengadaan Lampu LED tahun anggaran 2025 untuk jalan ratu perwira negara (RPN) sebanyak 36 unit dengan harga per unitnya sebesar RP.3.990,000,- total keseluruhan tahun 2025 ada 183 titik dengan anggaran 738 juta kita belanjanya melalui E - Katalog.


Untuk kedepannya, Bupati Lampung Utara ingin melihat bagaimana kota ini menjadi terang benderang pada malam hari di tahun 2026 ini ada anggaran lampu PJU itu sekitar 4,4 Miliar, bapak bupati berharap dengan anggaran yang ada tahun 2026 ini, kawasan kota ini bisa terang benderang, pakai lampu LED itu yang pertama adalah terang benderang dan yang kedua dia lebih hemat untuk pembayarannya dengan PLN,pungkasnya Anom.


‎Sementara itu Ketua DPC AJOI Lampura Wandefri melihat dan menganalisa serta menilai statement kepala dinas perhubungan terhadap media, dengan kalimat beliss. Sedangkan pada sebelumnya  dari tim media tidak ada yang menyebutkan atau mengatakan kalimat seperti itu. tegasnya ketua.


‎DPC AJOI melihat sudah sepantasnya pihak  instansi terkait seperti  ,BPK, Polri, Kejaksaan, kiranya dapat mengaudit memeriksa anggaran belanja dinas berhubungan kabupaten lampung utara pada oknum kasi (NA) karena atas apa yang disampaikan oleh kadishub jelas ada nya DUGAAN atau Di DUGA  indikasi korupsi dalam pengadaan barang penggantian lampu PJU lampura anggaran di tahun 2025 dan tidak menutup kemungkinan di tahun 2024 ,2023  yang lalu. pintanya - (AJOi LU Tim).