Jumat, 10 Juli 2020

Camat Sutoto Monitoring Pekon Se-Kecamatan Gunung Alip


TANGGAMUS - Bersama pendamping, camat gunung alif  Sutoto memonitoring  anggaran dana desa  di -12 pekon yang ada di kecamatan gunung alip.
Dalam hal ini terkait anggaran dana desa di tahun ini tidak memakan waktu yang lama karena tidak harus mengontrol hasil kerjaan fisik hal ini diucapkan oleh camat gunung alip ketika memonitoring kantor pekon sukaraja kecamatan gunung alip tanggamus jumat (10/07/20).

Berbeda di tahun-tahun sebelumnya bisa dilaksanakan dalam waktu singkat karena tidak harus keliling mengontrol hasil pekerjaan fisik "Kegiatan monitoring ke tiga belas pekon ini bisa selesai dalam beberapa hari saja" kata camat.

Beliau menjelaskan bahwa pencairan di termen pertama dan kedua ini habis digunakan untuk penanganan covid -19 seperti yang di anjurkan pemerintah.

Sebagaimana diketahui pencairan di termen pertama habis digunakan untuk pembuatan posko covid-19 dan bantuan langsung tunai (BLT), kepada masyarakat di bulan april, mei, juni, dan masing-masing mendapatkan Rp600.000  per bulan sedangkan pencairan kedua ini masih digunakan untuk dana (BLT) di bulan juli, agustus,dan september yang masing-masing mendapat Rp300 per bulan jadi dana di termen pertama dan kedua ini habis dibagikan untuk itu urainya.

"Mungkin tidak tersisa lagi buat dana koran di semua pekon kecuali satu pekon darussalam yang memang jumlah masyarakat yang mendapatkan BLT masih sedikit, kemungkinan masih ada sisa dibanding pekon lain yang memang jumlah warganya banyak"tambahnya.

Kepada masyarakat agar  tetap mematuhi peraturan pemerintah untuk selalu cuci tangan, memakai masker, dan jaga jarak walaupun sekarang sudah dibebaskan kembali (new normal) karena seperti kita semua ketahui untuk virus Corona di indonesia ini semakin hari semakin bertambah bukannya berkurang, yang paling di khawatir kan kepada (OTG) orang tanpa gejala, yang tidak nampak kalau membawa virus "jadi saya menghimbau kepada masyarakat sekecamatan gunung alif khususnya agar jangan menganggap enteng masalah covid-19 ini, dan sama-sama menyadari pentingnya kesehatan agar masalah covid-19 ini segera selesai dan tidak banyak memakan uang negara" himbaunya, (Siska).