Senin, 04 Mei 2020

Masyarakat Air Bakoman Demo Diduga Bansos Dan DD Kurang Terlealisasi

TANGGAMUS - Bantuan untuk warga terdampak Covid-19 terus menuai kontroversi pasalnya data penerima bantuan menjadi pangkalnya. Seperti yang terjadi di Pekon Air Bakoman Kecamatan Pulau Panggung Tanggamus (04/05/20).
Puluhan pengurus Rt dan Rw Se-Pekon Air Bakoman mendatangi Kantor Pekon Air Bakoman setempat, massa ini mendatangi kantor kelurahan sekitar pukul 13.00 wib. 

Masyarakat Air Bakoman mengadakan demo dengan tujuan meyampai kan aspirasi  mengenai dana dd yang diperuntukan bagi masyarakat tidak mampu di duga karena tidak merata.

Masyarakat serta aparatur pekon ini mengaku kecewa dengan pendataan warga penerima bantuan dari pemerintah yang diajukan kadus hanya dibatasi untuk 30 KK saja, padahal ada 15 KK yang di ajukan setiap kadusnya ungkap masyarakat.

Data yang dikabulkan sebagai penerima bantuan terdampak corona dinilai pilih kasih.Terpantau sekira pukul 15.00 Wib siang  massa masih berkumpul di Kantor Pekon Air Bakoman meminta penjelasan terkait keluhan tersebut maksudnya warga.

PJ Air Bakoman Budianto menjelaskan mereka menyampaikan dan menuntut kenapa bansos ini tidak adil "saya sebagai pejabat pekon ini ada aturan-aturan yang harus saya junjung tinggi, apa yang saya dapat apa yang di perintahkan saya hanya melaksanakan termasuk dana desa" ungkap pj.

Dipekon kita ini ada 620 kk sepanjang ini sudah terserap 60% sesuai dengan program pemerintah dan ini sudah kami jalankan kami sudah rapat berulang kali ada BHP sesuai prosedur dan berita acara sudah kami kirim sampai kemarin ada perbaikan lagi dan itu totalnya ditambahkan kami sudah coba mengusulkan nama-nama di terima atau tidaknya yang penting kami sudah mengusulkan" jelas beliau

Dihadapan PJ air bakoman, Hariyanto  sebagai wakil dari masyarakat menyampaikan aspirasinya "kenapa dana add yang diperuntukkan untuk warga air bakoman hanya dibatasi 30bkk saja sedangkan setiap Kadus mengajukan 15 KK padahal semua yg diajukan itu masyarakat miskin"ujarnya

Beliau menambahkan "Kadus dan Rt sudah mengajukan tapi PJ ini otoriter dia gak mau mendengarkan kata-kata mereka padahal dana 30% dialokasikan untuk warga yang terdampak dia hanya membagikan bansos aja untuk dibagikan sedangkan dana add tidak digunakan"tambahnya.

Akhirnya di adakan rapat untuk menyelesaikan apa yang diharapkan masyarakat dan PJ Air Bakoman menjanjikan akan di data lagi sesuai dengan pendataan yang merata bagi masyarakat miskin yang terdampak wabah covid 19. (Siska)


kemuningpost :SISKA
ts 354