Dalam pemaparannya, Zaidir Yulianto M.pd. menekankan pada pemahaman pembelajaran mendalam dan guru perlu merancang pembelajaran yang kontekstual dan memfasilitasi siswa untuk aktif dalam proses belajar.
“Guru saat ini dituntut untuk menciptakan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir siswa. Dengan pembelajaran mendalam, siswa akan lebih terlibat secara aktif dan mampu mengembangkan kompetensi yang dimiliki,” jelas nya.
selanjut nya, dengan tema yang sama yang tak kalah menarik, yaitu Kecerdasan Artifisial dalam Dunia Pendidikan, yang memperkenalkan berbagai aplikasi dan platform berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang dapat membantu guru dalam merancang materi, membuat soal, serta memberikan umpan balik otomatis kepada siswa.
“AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi mitra dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Guru tetap menjadi aktor utama dalam proses pendidikan,” jelasnya.
Kegiatan IHT ini diakhiri dengan sesi refleksi dan rencana tindak lanjut, di mana para guru diminta untuk menyusun rancangan pembelajaran dengan mengintegrasikan pembelajaran mendalam dan teknologi AI berbasis lingkungan.
Sementara itu, Kepala sekolah SMAN 1 Bukit Kemuning Haidir Yusuf menyampaikan, apresiasi yang tinggi kepada narasumber dan peserta yang telah berpartisipasi aktif.
“Semoga melalui IHT ini, guru-guru di SMA Negeri 1 Bukit Kemuning semakin siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan, serta mampu memberikan pembelajaran yang lebih inovatif dan bermakna bagi siswa,” tegas nya.
Dengan semangat belajar sepanjang hayat, kegiatan IHT ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan transformasi pendidikan di lingkungan sekolah serta mutu sekolah itu sendiri. Jum'at 29/08 .(Habib).

